Beliau RA berkata tentang dakwah, Yang wajib bagi kita yaitu harus menjadi daI dan tidak harus menjadi qodli atau mufti (katakanlah wahai Muhammad SAW inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang jelas aku dan pengikutku) apakah kita ikut padanya (Rasulullah) atau tidak ikut padanya? Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah, dan dari keberpalingan kembali menuju kepada Allah, dan dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.

Tuesday, July 10, 2012

Rindu Rasulullah


“Aku rindu… aku rindu…”, kata Rasulullah Saaw ketika sedang duduk bersama para sahabat..,

para sahabat bertanya kepada beliau Saw,

“Siapakah gerangan yang engkau rindukan itu ya Rasulullah?”

“Aku rindu kepada saudara-saudaraku..”, jawab beliau Saw

“Bukankah kami ini saudara-mu ya Rasulullah?”, tanya para sahabat.

“Kalian sahabat-sahabatku dan aku mencintai kalian, namun aku sangat rindu kepada saudara-saudaraku”, jawab Rasulullah Saw.

Sahabat semakin penasaran dan sekali lagi bertanya kepada beliau Saw

“Ya Rasulullah, siapakah gerangan mereka yang engkau panggil dengan sebutan ‘saudaramu’ dan engkau sangat rindukan itu?”

Rasulullah Saww menjawab, “Mereka adalah umatku kelak, yang mana mereka belum pernah melihat wajahku, belum pernah bertemu denganku, belum pernah berbincang-bincang denganku, tetapi mereka sangat merindukanku dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa hormat kepadaku, mereka adalah orang-orang yang melanjutkan perjuanganku dan tidak jarang pula mereka meneteskan air mata karena menahan rindu yang sangat kepadaku, aku rindu kepada mereka dan aku ingin bertemu dengan mereka…”

السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ الله, السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ الله, السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الله, السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ, أَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ الرِّسَالَةَ وَأَقَمْتَ الصَّلاَةَ وَآتَيْتَ الزَّكَاةَ وَأَمَرْتَ بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَيْتَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَعَبَدْتَ اللّه مُخْلِصاً حَتَّى أتَاكَ الْيَقِيْنُ فَصَلَوَاتُ الله عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ وَعَلَى أهْلِ بَيْتِكَ الطَّاهِرِيْنَ

Share this post to other.

Saturday, June 2, 2012

Sholawat Ismul Alaihil A'dzhami


As-Syaikh Al Qutb Muhammad Taqiyudin Ad-Dimsyiqi


Ini shalawat As-syekh Al-Arif Al-Imam As-sayyidi Muhammad Taqiuddin Ad-Damsyiq ( Shahib Aqidatul Ghaib wa Thariq Rijalul Ghaib Qodasallahu Sirrohu wa Nafa`na bihi.Amin ) Tertulis dalam kitab Saadatud Dara`in karya Syekh Yusup bin Ismail An-Nabhani. Sholawat inilah yang sering digunakan sebagai wasilah untuk bertemu dengan Nabiyullah Khidir AS. Allohumma inni as-aluka bismikal A’dhoomil maktuubi min nuuri wajHikal a’laa al-mu-abbadid-daa-imil baqiil mukhollad. Fii Qolbi nabiyyika wa rosuulika Muhammad.
Wa as-aluka bismikal a’dhoomi waahidi biwahdatil ahadil muta’aalii ‘an wahdatil kammi wal’adad.Al-Muqoddasi ‘an kulli ahaad. Bihaqqi…( baca surah Al-Ikhlas dari Basmalah sampai akhir surat ). An tusholliya ‘alaa Sayyidina Muhammadin sirri hayatil wujuudi was-sababil a’dhoomi likulli maujuudi sholaatan tu-tsab-bitu fii Qolbil Iimaani wa tuhaffidhunil Qur-aan, wa tufah-himunii minhul ayaati wa taftahuli bihaa nuurol jannati wa nuuron na’iim wa nuuron nadhoori ilaa wajhikal kariimi wa ‘alaa alihi wa shohbihi wa sallim.

Terjemah dan ma’nanya :
`Ya Allah aku mohon kepadaMu dengan AsmaMu yang Agung, yang tertulis dari cahaya wajahMU yang maha Tinggi dan maha Besar, yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan NabiMU Muhammad SAW.Aku memohon dengan AsmaMU yang Agung dan Tunggal dengan kesatuan yang manunggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan maha Suci dari setiap sesuatu, dan dengan hak BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM. QULHUALLAHU AHAD. ALLAHUSSHOMAD. LAM YALID WALAM YULAD WALAM YAKUL LAHU KUFUWAN AHAD. Semoga Engkau limpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad SAW, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi semua yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam dadaku, dan mendorongku agar menghapalkan Alquran, dan memberikan pemahaman padaku akan ayat-ayatnya, membukakan padaku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajahMu yang Mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.Limpahkan pula salam sejahtera padanya.`

Dalam satu risalahnya tentang Ismul A`dhom disebutkan faedah tasarruf dengan shalawat ini mengandung rahasia luar biasa, antara lain :

1. Jika dibaca 100x tiap hari akan mendapatkan kedudukan wali dari Auliya Allah. 2. Apabila dibaca 1000x tiap hari, engkau akan dapat memberi nafkah secara ghaib.Dengan kata lain bila ada keperluan masukkanlah tanganmu kedalam satu, maka akan engkau dapatkan yang engkau perlukan. 3. Untuk membinasakan orang zholim, dibaca pada malam sabtu 1000x maka engkau akan melihat keajaibannya, kebinasaannya.( hati-hati jangan sembarangan, bisa kena diri sendiri ) 4. Untuk mencegah perampok dan musuh yang banyak, ambillah segenggam tanah dari bawah telapak kaki sebelah kiri, bacakan shalawat ini 7x, tiupkan pada tanah tersebut ( dijampikan ) dan lemparkan kearah dimana musuh/perampok berada, akan terjadi kebinasaan pada mereka seketika. 5. Untuk mengembalikan barang hilang dam melunasi hutang, bacalah tiap hari 7x.Tiap mulai satukali diniatkan pahala yang engkau baca dihadiahkan keHadratun Rasulullah, keluarganya, sahabatnya, serta pada Rijalul Ghaib dan Ashaabun Naubah dan kepada pemimpin mereka. Dan berniat bila hajatmu tercapai engkau bersedekah dengan makanan dan pahalanya untuk mereka. Atau kau dapat memberi makan orang miskin sebagai terima kasih kepada Allah karena barokah merekalah dan shalawat ini sehingga hajatmu tercapai.Insya Allah. 6. Untuk sakit kepala, demam, sakit mata, migran ( sakit kepala sebelah ) dibacakan pada air mawar 7x dan diminumkan pada sisakit.Insya Allah sembuh ! 7. Untuk melancarkan air susu bagi manusia atau hewan ternak, ambil air dari mata air ( sumur ) baca shalawat ini 7x diusapkan pada teteknya dan diminum, maka air susunya akan banyak.Insya Allah. 8. Untuk kencing tersumbat ( kencing batu ) dan wanita yang akan melahirkan ( susah melahirkan ) dibacakan seperti diatas. 9. Untuk sesak nafas, medu, rasa takut, sering mimpi yang tidak enak/menakutkan, masuk angin, sakit dada, TBC, sulit tidur bikinlah air jampian seperti tadi dan dikerjakan / diminum MALAM HARI. 10. Dibaca untuk perempuan/laki-laki agar cepat menemukan jodohnya, dibikin air diminumkan pasti banyak yang menyukainya dan cepat menemukan jodohnya. Sudah dibuktikan !! 11. Bila didawamkan/rutin dibaca 100x setiap hari selama 40 hari, engkau akan menjadi seorang Arif mungkin Kasyaf. 12. Untuk wanita yang menginginkan anak/mandul dibaca diair seperti diatas pada MALAM JUM`AT dan diminumkan kemudian dicampur oleh suaminya pada malam itu juga, dia akan hamil, Insya Allah yang telah dicoba pada air untuk diminumkan dan dimandikan.

Catatan Semua faedah shalawat tersebut kami dapatkan dari dalam kitab Saadatud Dara`in karya Syekh Yusup bin Ismail An-Nabhani dengan terjemahan dari Syaikhina Habib Muhammad bin Ali bin Ahmad Syihab.

Wednesday, May 30, 2012

Adakah Mi'raj RasuluLLah Menunjukkan Allah Ta'ala di Langit ?


Oleh : Thoriq

 Mi’raj Rasul Tidak Menunjukkan Allah Ta’ala di Langit

 Sebagian pihak yang berkeyakinan bathil bahwa Allah berada di langit berpedoman kepada hadits yang menjelaskan mi’raj Rasulullah Shallallahu Alahai Wasallam. Bagaimana para ulama menjelaskan masalah itu?
Sebelum masuk ke pembahasan ini, perlu diketahui juga bahwa mereka yang berkeyakinan bahwa Allah Ta’ala berada di langit didasari oleh keyakinan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di saat mi’raj menyaksikan dzat Allah dengan mata. Jika demikian, dasar yang dijadikan pijakan sudah rapuh sejak awal, karena para ulama bahkan sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah berbeda pendapat dalam masalah ini. Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu yang berpandangan bahwa Rasulullah Shallallallahu Alaihi Wasallam menyaksikan secara kasat mata, sedangkan sahabat lainnya seperti Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu dan Aisyah Radhiyallahu Anha menolak padangan itu, hingga beliau menyampaikan,”Barang siapa mengira bahwa Muhammad menyaksikan Rabb-Nya maka ia telah berbohong.” Sedangkan sejumlah muhaqiqin memilih tawaquf dalam masalah ini. (lihat, Nur Ad Dzalam, hal. 66-67)
Rapuh karena menyandarkan sebuah kayakinan dari perkara yang diperselisihkan, bahkan oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Jika seaindanya pihak yang berpandangan bahwa Allah bertempat di langit masih memaksakan diri dengan pendapat bahwa Rasulullah Shallallahu Alalihi Wasalam menyaksikan Allah dengan mata, hak itu juga tidak mampu “menolong” kayakinannya karena para ulama menjelaskan bahwa penglihatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah penglihatan yang pantas bagi kebesaran Allah Ta’ala. (lihat, Nur Ad Dzalam, hal. 66)
Sedangkan penilaian bahwa Allah berada di sebuah tempat adalah pandangan yang tidak pantas bagi kebesaran Allah Ta’ala dimana hal itu termasuk penyerupaan terhadap benda yang terikat dengan tempat. Sebab itulah para ulama yang mengambil pendapat bahwa  Rasulullah Shallallahu Alalihi Wasallam menyaksikan Allah menjelaskan. Al Allamah Ahmad Al Marzuki Al Makki Al Maliki telah menyampaikan dalam nadzam akidah beliau yang cukup terkenal yakni Aqidah Al Awwam:
Gambar
Artinya: Dan setelah (Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam) isra’ naik ke langit. Hingga melihat Rabb berfirman. Tanpa kaif dan tanpa terlingkupi dan diwajibkan. Bagi beliau (Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam) 5 setelah 50 kewajiban (shalat). (lihat, Aqidah Al Awwam dan Syarhnya Nur Adz Dzalam, hal. 63)
Pernyataan bahwa Allah berada di langit sama dengan menyatakan bahwa Allah terlingkupi oleh langit. Allah Ta’ala tidak mungkin terlingkupi oleh makhluk-Nya termasuk langit atau yang lain karena melingkupi adalah pembatasan. Bagaimana Allah bisa terbatasi oleh makhluk? Dan hal itu juga merupakan penyerupaan dzat Allah dengan benda yang selalu terikat dengan tempat.
Mungkin saja pihak yang berkeyakinan bahwa Allah Ta’ala berada di langit berargumen bahwa mereka juga bisa memperoleh pijakan dari peristiwa dimana Allah memerintahkan wajibnya shalat langsung kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa Allah berada di langit maski Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak menyaksikan dzat Allah.
Dalam hal ini, Al Allamah Nawawi Al Bantani Sayyid Ulama Hijaz telah menjelaskan masalah ini. Beliau menyampaikan,”Sayyiduna Rasulullah juga telah mendengar kalam Allah yang qadim pada malam isra’. Dan Allah tidak berada dalam satu tempat atau arah namun tempat bagi yang menyimak.” (Nur Ad Dzalam, hal. 17)
Demikian munajat Rasulullah Shallallahu Alalihi Wasallam di Sidratul Muntaha tidak melazimkan bahwa Allah berada di tempat itu.  Syeikh Umar Abdullah Kamil salah satu ulama Al Azhar menjelaskan bahwa munajat itu tidak terikat dengan tempat. Maka munajat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Sidratul Muntaha sama dengan munajat Musa Alaihissalam di bukit Thur yang juga sama dengan munajat Yunus Alaihissalam di perut ikan khut. (lihat, Syarh Arkan Al Iman li Al Ummah Al Islam min Aqidati Al Awwam, hal. 29)
Walhasil peristiwa mi’raj Rasulullah tidak menunjukkan bahwa Allah berada di langit, namun menunjukkan bahwa Rasulullah bermunajat di Sidratul Muntaha dan hal itu tidak berkonsekwensi Allah berada di tempat yang sama, sebagaimana munajat Musa Alaihissalam di bukit Thur juga tidak berkonsekwensi bahwa Allah berada di bukit tersebut, demikian juga munajat Yunus Alaihissalam di perut ikan khut tidak berkonsekwensi Allah berada di tempat itu.
Demikianlah penjelasan para ulama dalam masalah ini. Semoga kita terhindar dari keyakinan yang mengakibatkan penyerupaan dzat Allah dan sifat-Nya terhadap makhluk.
Rujukan:
1. Nur Ad Dzalam Syarh Mandzumah Aqidah Al Awwam oleh Al Allamah Sayyid Ulama Hijaz Nawawi Al Bantani, cet. 1 (1429 H), Dar Al Kutub Al Islamiyah, Jakarta.
2. Syarh Arkan Al Iman li Al Ummah Al Islam min Aqidati Al Awwam, dipublikasikan oleh okamel.com, situs resmi Syeikh Umar Abdullah Kamil.
http://jomfaham.blogspot.com/2012/05/adakah-miraj-rasulullah-menunjukkan.html

Sunday, April 22, 2012

Tanda Matinya Hati

Oleh Ustaz Muhammmad Arifin Ilham

Hati adalah tempat mangkalnya berbagai perasaan, tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta muara bagi keimanan dan kekufuran.

Hati juga sumber kebahagiaan jika sang pemiliknya mampu membersihkan berbagai kotorannya yang berserakan, namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika sang
empunya gemar mengotorinya.

Hati yang kotor hanya akan menyebabkan kapasitas ruangnya menjadi pengap, sumpek, gelap, dan bahkan mati. Jika sudah mati seluruh komponen juga akan turut mati. Dalam makna yang sama, Abu Hurairah RA berkata, “Hati ibarat panglima, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika panglima itu baik maka akan baik pulalah tentaranya. Jika raja itu buruk maka akan buruk pula tentaranya.”

Pada akhirnya kita bisa mengenali dalam keadaan apa hati seseorang itu mati. Di antaranya adalah pertama, taarikush shalah, meninggalkan shalat dengan tanpa uzur atau tidak dengan alasan yang dibenarkan oleh syar’i. (QS Maryam [19]: 59).

Imbas dari seringnya meninggalkan shalat adalah kebiasaan memperturutkan hawa nafsu. Dan, kalau sudah demikian, dia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa. Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut dengan sebuah aliran sungai di Jahanam (neraka) yang makanannya sangat menjijikkan. Bahkan, tempatnya sangat dalam dan diperuntukkan bagi mereka yang membiarkan dirinya larut dalam kemaksiatan.

Kedua, adz-dzanbu bil farhi, melakukan kemaksiatan dan dosa dengan bangga. Alih-alih merasa berdosa dan menyesal, justru si pemilik hati yang mati, ia teramat menikmati kemaksiatan dan dosanya. (QS al-A’raf [7]: 3).

Ketiga, karhul Qur'an, benci pada Alquran. Seorang Muslim, jelas memiliki pedoman yang menyelamatkan, yaitu Alquran. Tapi, justru ia enggan berpedoman dan mencari selamat dengan kitab yang menjadi mukjizat penuntun sepanjang zaman ini. Bahkan, ia membencinya dan tidak senang terhadap orang atau sekelompok orang yang berkhidmat dan bercita-cita luhur dengan Alquran.

Keempat, hubbul ma'asyi, gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafsu yang diperturutkan akan mengantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya Ilahi. Sehingga, ia lebih senang maksiat daripada ibadah.

Kelima, asikhru, sibuk hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih suci. Keenam, ghodbul ulamai, sangat benci dengan nasihat baik dan fatwa-fatwa ulama. Berikutnya, qolbul hajari, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.

Selanjutnya, himmatuhul bathni, gila dunia bahkan tidak peduli halal haram yang penting kaya. Anaaniyyun, masa bodoh terhadap keadaan dan urusan orang lain. Keluarganya menderita, dia tetap saja cuek. Al-intiqoom, pendendam hebat, al-bukhlu, sangat pelit, ghodhbaanun, cepat marah, angkuh, dan pendengki. Na’udzubillah. Semoga kita semua dijaga dari hati yang mati

Sumber : Republika

Saturday, April 7, 2012

Syair Habib Ali Al Habsy


Ke arah jalan terpuji kutuntun putra-putriku
Dan siapapun di daerah ini
yang (bersedia) menerima petunjukku

Aku bimbing mereka dengan bimbingan
yang membangkitkan kemauan
Dan cukuplah bagi mereka aku
selalu menjadi pengajak kebaikan
Kejalan kebenaran aku ajak mereka dengan harapan
Agarperkataan, pelajaran, nasihat dan
petunjukku diterima dan diamalkan
Nasihat dan seseorang yang kepada mereka
sangat kasih dan sayang
Nasihat yang menuntun mereka
kejalan kebenaran dan bagi kita
Allah-lah penunjuk jalan kebenaran
Maka terimalah, sambutlah dan dengarkan Kandungan nasihat yang menyedihkan hati

lawan Bertakwalah kepada Allah dan jadikanlah sebagai bekal Karena takwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal

Dalam menuntut ilmu yang mulia
curahkanlah perhatianmu
Dengan giat, penuh kesungguhan
dan dengan meninggalkan kebiasaan (buruk)-mu

Di dalam ilmu tersimpan cahaya
dan keindahan yang menghias hati
Dan menuntut ilmu adalah sebaik-baik perbuatan abdi
Dengan ilmu manusia mengetahui hak-hak Tuhannya
Dengannya yang sesat mendapat petunjuk
dan yang (haus) ilmu dipuaskan dahaganya


Jika hendak menghafal apa yang telah kalian pelajari Maka takukanlah dengan rutin dan berulang kali
Janganlah bersahabat dengan mereka yang bertentanganfaham Aku telah saksikan hancurnya seseorang akibat bergaul dengan yang berbeda faham

Persahabatan dengan orang yang jahat
serba diliputi dengan keburukan
menimbulkan akibat yang membahayakan,
kezaliman dan kerusakan

Persahabatan dengan orang baik serba menguntungkan
Keberhasilan dan kejayaan yang didapat tak terhitungkan

Maka kejarlah semua itu, tuntutlah dan raihlah
Karena di dalamnya tersimpan sebaik-baik pilihan
bagi yang mengharap hidayah
Mereka adalah ulama yang arif
Majelis mereka membuat orang sangat bahagia

Dan yang paling menggembirakan hati tetapnya kalian (berpijak pada) Thariqah para leluhurku, keluargaku, dan kakek-kakekku.
Mereka adalah para pendahulu kita
yang telah memusatkan segala usahanya
menuju kepada Allah; mengikuti petunjuk nabi pilihan-Nya
Amal (mereka) bersih dari berbagai penyakit
Dihiasi dengan ilmu, akhlak dan sejumlah besar wirid

Mereka bergegas beramal dengan mencurahkan perhatian
Merekalah para pengabdi Allah dengan ilmu dan kezuhudan

Mereka kaum manusia yang dimuliakan Allah kedudukannya Mereka golongan para qutub dan autad yang mulia.

Diwaktu lampau, masih dizamanku, terdapatpara imam Aku tempuhjalan kebenaran berdasar sanad mereka Sanad yang sambung menyambung secara terinci Sampaipada makhluk yang terpuji dan sebaik-baik pemuji

Jalan petunjuk ke arah kebenaran di dalamnya berisi Rahasia penting yang didapat oleh para pewaris nabi Ayah menerima dari ayahnya dan demikian seterusnya Alangkah mulia mereka, para ayah serta putra-putrinya

Dari ayahku, Muhammad, mufti Hijaz
Kudapat petunjuk untuk menuntut ilmu dan menyampaikannya
Beliau imam yang agung, semoga Allah mensucikan simya
Dakwahnya agung berintikan nasihat dan petunjuknya.
Lewat beliau, Allah memberi hidayah sekelompok manusia
Yang karena kebodohannya,
Menjadi jauh dari Allah dan melanggar perintah-Nya

Dengan lemah lembut beliau berdakwah, mereka pun sungguh-sungguh menerima nasihatnya sehingga tersebarlah dakwah keseluruh penduduk kota dan desa.
Beliau melindungiku dan dengan kasih sayang mendidikku Kuberharap perlindungan tetap diberikan kepada para putra dan cucuku
Dari guruku Al-Quthb
yang kokoh kedudukannya lagi dermawan
telah kuterima petunjuk, penyingkapan rahasia
dan berbagai pemberian
Abii Bakar Al-'Athas pemimpin para wali
Berkat beliau kuraih cita-citaku dan kutaklukkan pendengki

(Ajaran) mereka berdua menjadi landasan tujuan thariqahku Dan siapa pun yang ingin menempuhnya ikutilah cara pendekatanku
Singsingkan lengan bajumu danjangan malas
karena kemalasan dapat menyebabkan tertinggal rombongan
dan tak dapat mendengar ajakan kebaikan

Tidak akan sekali-kali mencapai kemuliaan
Kecuali mereka yang memusatkan
segenap kemauan untuk mendaki puncak pertemuan
Di situ tempat berhenti orang-orang yangpergi menuju Allah
Puncak cita-cita para qutub yang mulia dan wall Allah

Sumber :
Biografi Habib Ali Al Habsy

Sunday, March 18, 2012

Seminar Antarabangsa Bersama Ulamak Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Sedunia




Seminar Antarabangsa Manhaj Nabawi

 MASA:

8 April 2012 bersamaan 16 Jamadil awal 1433 Hijrah

 TEMPAT:

Dewan Muktamar Pusat Islam, Kuala Lumpur

 JAM: 

9.oo Pagi - 4.3o Petang

 Antara Ulamak Antarabangsa yang bakal hadir, Insya Allah  :

 1. Sayyid Ahmad Ibn Sayyid Muhammad Ibn 'Alawi Al-Maliki (Arab Saudi)

 2. Profesor Dr. Usamah Al-Abd (Rektor Universiti Al-Azhar, Mesir)

 3. Profesor Dr. Abdal Hakim Murad (Cambridge University, UK)

 4. Profesor Dr. Farouk Hammada (Maghribi)

 5. Dr. Ahmad Abdul Qadir Al-Rifaei (Lubnan)

 6. Dr. Abd al-Razak Al-Sa’adi (Iraq)

 7. Sayyid Abd al-Mun’im Al-Ghumari (Maghribi)

 8. Shaykh Dr. Isa bin Abdullah Al-Himyari (UAE)

 9. Habib As-Sayyid Ali Bin Abdul Rahman Al-Jufri (Yaman)

 Maklumat lanjut sila layari website Universiti As-Sofa :

 http://www.yayasansofa.com/seminar/index.php

 Untuk Pendaftaran sila klik link di bawah :

 http://www.yayasansofa.com/seminar/index.php?option=com_smartformer&formid=3 

Thursday, February 23, 2012

Kata-kata orang soleh itu...

Memang payah untuk membetulkan persepsi yang salah. Sebab ramai manusia hanya menggunakan citarasa diri sendiri sebagai neraca. Bukan Kalam suci dan panduan insan terpuji.Oleh kerana sudah terdidik sejak kecil dengan kepalsuan maka yang benar dan bathil tidak dapat dibezakan. Maka yang baik itu disangka buruk dan yang buruk disangka membawa kebahagiaan hidupnya.

Oleh itu kata-kata orang-orang soleh mengenai kehidupan dunia ini adalah pengikat nafsu berkesan dan penyembuh citarasa yang sudah rosak.


Ada sepotong kek terbiar di salah satu sudut rumah. Di kejauhan dari tempat itu ada 2 ekor anak tikus sedang berbalah : 
Tikus putih : awak nampak tidak kek itu? 
Tikus Kelabu : ya saya nampak. Tapi warnanya tidak cantik. 
Tikus putih : Tapi kan baunya enak sekali. Pedulikan warnanya. Rasanya pasti lazat. 
Tikus Kelabu : hmm kalau sudah pudar warna pasti rasanya pun sudah masam. 
Tikus putih : Aku yakin masih sedap lagi. Kalau tidak pasti tuan rumah sudah buang ke bakul sampah. 
Tikus Kelabu : mungkin juga kan… 
Si ayah tikus yang dari tadi mendengar perbualan anak-anaknya mencelah : 
Ayah tikus : Apa yang kamu riuhkan wahai anak-anakku? 
Tikus putih : kek sana tu ayah. 
Ayah tikus : Cuba kamu pandang betul-betul apa kamu nampak. 
Tikus Kelabu : tak ada-apa yang aneh. Hanya sepotong kek. 
Ayah tikus : tengok dengan pandangan cemat. 
Tikus putih : Kek lah ayah.. apa yang peliknya. 
Ayah tikus : kamu hanya fikirkan nak makan kek saja. Sedangkan sebelah kek itu ada perangkap. Wahai anak-anakku.. kalau kamu mahu selamat mintalah nasihat dari yang berpandangan jauh dan tiada kepentingan diri. Jika kamu salah penilaian kamu akan binasa kelak.

http://ustfuadosman.blogspot.com/